siAbang

Iman

Posted in Agama, kontemplasi by ichan on Januari 19, 2010

Saya sependapat dengan Goenawan Mohammad tentang iman. Iman adalah sebuah obor, obor yang menemani sebuah perjalanan panjang. Ada masanya dimana obor itu tegak menerangi jalan gelap berliku dan bercabang, dan ada pula masa dimana ia goyang meredup tertiup angin. Dan ketika ia mati, itulah masa dimana kita mati dan mengakhiri perjalanan.

Bagi saya, iman bukan sebuah dinding, lebih-lebih benteng kukuh untuk menghalangi dan menolak semua perbedaan. Bermusuhan dengan yang berbeda bahkan memusnahkan keberbedaan hanyalah nafsu kekuasaan belaka, sedikitpun bukan iman. Kekuasaan seperti ini yang membuat manusia sebenarnya hanya menyembah Tuhan yang diperkecil. Menjauhkan Dia dari hakikatNya sebagai Yang Maha, membuatNya diposisikan sebagai berhala yang diberi ornamen tahta singgasana surga. Kemudian diperdagangkan dengan stempel agama-agama dan seperti halnya produk dagang MLM, diberi janji surga bertingkat-tingkat untuk tiap poin-poinnya. Sungguh tragis.
(more…)

Iklan
Tagged with: ,